<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mohammad Sidiq</title>
	<atom:link href="http://mohsidiq.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mohsidiq.wordpress.com</link>
	<description>A part of personal thought into past-present and future timeline</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 14:42:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mohsidiq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mohammad Sidiq</title>
		<link>http://mohsidiq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mohsidiq.wordpress.com/osd.xml" title="Mohammad Sidiq" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mohsidiq.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan Bangga dengan Magister atau Doktor jika tidak menjadi Intelek dan Cendekia</title>
		<link>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/08/22/filosofi-pendidikan-menurut-konstitusi/</link>
		<comments>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/08/22/filosofi-pendidikan-menurut-konstitusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 03:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammad Sidiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Positive Thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mohsidiq.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Kecilku dari Pidato Prof. Dr. Moh.Machfud MD.,SH Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Alhamdulillah pagi ini, Sabtu 21 Agustus 2010 udara pagi terasa sejuk setelah semalam hujan deras mengguyur Kota Bogor.  Aku langkahkan kakiku menuju suatu tempat yang penuh memori di Dramaga Bogor. Katanya, pagi itu Pak Machfud mau datang mau kasih kuliah perdana bagi para calon intelektual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=150&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Catatan Kecilku dari Pidato Prof. Dr. Moh.Machfud MD.,SH<br />
Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia</strong></p>
<p><a href="http://mohsidiq.files.wordpress.com/2010/08/mahfud_md2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-158" title="Prof. Dr. Moh. Machfud MD., SH" src="http://mohsidiq.files.wordpress.com/2010/08/mahfud_md2.jpg?w=530" alt=""   /></a>Alhamdulillah pagi ini, Sabtu 21 Agustus 2010 udara pagi terasa sejuk setelah semalam hujan deras mengguyur Kota Bogor.  Aku langkahkan kakiku menuju suatu tempat yang penuh memori di Dramaga Bogor. Katanya, pagi itu Pak Machfud mau datang mau kasih kuliah perdana bagi para calon intelektual IPB. Ternyata benar, Pak Machfud datang meskipun para hadirin harus menunggu kehadirannya 1 jam lebih dari waktu yang dijadwalkan.</p>
<p>Filosofi pendidikan menurut konstitusi, itu yang disampaikan beliau. Diawal sesinya, beliau menjelaskan bahwa berdiri memberikan kuliah pengantar di kampus yang tidak ada fakultas hukumnya, ini adalah kali pertama buat saya dan itu di IPB, kata Pak Machfud. Untuk meyakinkan bahwa beliau tidak berdiri pada tempat yang salah, maka diawal kuliahnya secara tegas disampaikan bahwa sebenarnya Konstitusi RI itu (UUD 1945) adalah bukan 100% produk orang-orang hukum. Maksud saya begini, kata beliau, secara sejarah BPUPKI yang pada zaman itu merumuskan UUD RI adalah tim yang terdiri lebih kurang 61 orang, dan hanya 7 orang saja yang berlatar belakang hukum, dan dari 7 orang tersebut hanya 2 orang yang cukup terkenal, yakni Moh. Yamin dan Supomo. Pencetus konstitusi itupun adalah seorang insinyur, Ir. Soekarno. Dari situlah, saya berpikir bahwa perlu kiranya saya berbicara mengenai konstitusi di lingkungan kampus IPB, yang basisnya pertanian. Setelah itu, beliau menjelaskan prinsip dasar konstitusi. Prinsip-prinsip apa saja yang mendasari konstitusi RI?</p>
<p>Prinsip yang pertama, prinsip kesatuan dalam pluralisme. Sejarah membuktikan bahwa dengan prinsip ini, negara RI bukanlah negara sekuler dan bukan pula negara Islam. Dari prinsip ini para penggagas negara kesatuan RI memandang negara kita sebagai Negara yang Berkeagamaan (religius nations state). Sederhananya seperti ini, di Indonesia tidak memberlakukan hukum agama tetapi setiap warga yang akan melakukan kegiatan-kegiatan ritual keagamaan akan dilindungi.</p>
<p>Prinsip Kedua, Negara RI ini dibangun dengan Demokrasi dan Hukum. Singkatnya, dengan asas demokrasi, wakil-wakil rakyat dan pemerintah dipilih oleh rakyat dengan suara terbanyak. Sedangkan asas hukumnya adalah kedaulatan hukum yang akan mendampingi keputusan-keputusan demokrasi tadi secara hukum. Dengan demikian demokrasi dan hukum berjalan beriringan, sejajar.</p>
<p>Prinsip Ketiga, prinsip keadilan sosial. Keadilan sosial adalah tujuan yang ingin dicapai oleh Bangsa Indonesia, yakni dalam mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Sebagaimana yang dituangkan dalam Pancasila, &#8220;keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia&#8221;.</p>
<p>Apa kaitannya dengan Pendidikan?</p>
<p>Secara konstitusi, Bangsa Indonesia berjanji akan &#8220;mencerdaskan kehidupan bangsa&#8221;. Kalau dipikir-pikir, para perumus konstitusi RI sangat cemerlang berpikirnya. Kenapa? Mencerdaskan kehidupan bangsa itu jika ditelusuri lebih jauh tidak saja untuk mencerdaskan OTAK tetapi juga untuk mencerdasakan WATAK. Produk dari kecerdasan OTAK dan WATAK itu adalah INTELEKTUAL atau CENDEKIA. Intelektual/cendekia adalah mereka yang memiliki OTAK dan WATAK dan dipergunakan untuk kemaslahatan umat manusia. Sayangnya, di Indonesia orientasi pendidikan masih untuk sekedar mendapat gelar kesarjanaan belum pada tataran intelektualitas. Mungkin saja, di dalam ruangan kuliah ini, masih banyak yang ambil pascasarjana hanya untuk mengejar pangkat/golongan ataupun jabatan, atau bahkan untuk sekedar memecahkan rutinitas di kantor.</p>
<p>Seorang intelektual adalah orang yang mengkombinasikan ide-ide teoritisnya dan gagasan normatif (moralitasnya). Sehingga pada diri mereka ada semangat menemukan, menyusun, menguji dan melakukan sintesis. Pada mereka juga tertanam semangat membuat kritik, mencari solusi/jalan keluar, memberikan pedoman, menunjukkan arah dan memperjuangkan nilai-nilai yang berorientasi kedepan. Oleh karenanya, jangan terlalu bangga sekedar menjadi Sarjana, Master, atau Doktor sebelum mampu menjadi sarjana yang intelek dan cendekia. Sekarang tinggal anda yang menentukannya sendiri.</p>
<p>Terkait dengan konsepsi Konstitusi tentang &#8220;mencerdaskan kehidupan bangsa&#8221; : (1) Ilmu itu bersifat integral, tidak dikotomis. Oleh karena itu, perlu keseimbangan dan integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama; (2) Dalam penerapannya, ilmu itu harus memihak atau tidak netral. Keberpihakannya pasti untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia. Ilmu tidak untuk digunakan pada hal-hal yang membahayakan. Oleh karenanya, harus dikatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus memihak dalam arti pelaksanaannya atau pengembangannya, sedangkan metodologinya tentunya tetap netral; (3) Kebenaran ilmiah bukan saja berdasarkan pada OTAK dan LOGIKA belaka, kebenaran bisa jadi dari hal-hal yang GHAIB (tidak logis).  Sekurang-kurangnya bisa dikatakan bahwa apa yang sekarang dikatakan tidak ilmiah atau tidak logis pada suatu saat akan menjadi logis karena logika merupakan sesuatu yang bisa berkembang.</p>
<p>Beranjak dari prinsip itu, maka &#8220;mencerdaskan kehidupan bangsa&#8221; bukan sekedar memberantas buta huruf, tetapi memberantas buta hati dan buta moral. Kuncinya, semua pihak harus mampu meletakkan ilmu sebagai karunia Tuhan, sehingga pada tataran penggunaannya tidak menimbulkan kesombongan, dan produk-produk perguruan tinggi kedepan tidak melakukan KECURANGAN dan KORUPSI. Berdasarkan kerangka berpikir demikian, kerangka konstitusional pendidikan nasional dalam UUD 1945 sangat tepat.</p>
<p>Lalu, bagaimana antisipasi dampak Globalisasi terhdap pendidikan? Dalam satuan negara, ikuti saja skema-skema persaingan global yang terjadi, namun dalam situasi tersebut sikap dan jati diri kita sebagai anak bangsa, Bangsa Indonesia, tetap ditanamkan (SQ).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mohsidiq.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mohsidiq.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mohsidiq.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mohsidiq.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mohsidiq.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mohsidiq.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mohsidiq.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mohsidiq.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mohsidiq.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mohsidiq.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mohsidiq.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mohsidiq.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mohsidiq.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mohsidiq.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=150&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/08/22/filosofi-pendidikan-menurut-konstitusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7651a1d1b04cdab8ab38014de0c37b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mohammad Sidiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mohsidiq.files.wordpress.com/2010/08/mahfud_md2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prof. Dr. Moh. Machfud MD., SH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Investasi Sedekah Hasilnya Rezeki</title>
		<link>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/07/25/investasi-sedekah-rezeki/</link>
		<comments>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/07/25/investasi-sedekah-rezeki/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 15:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammad Sidiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Positive Thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mohsidiq.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu 24 Juli 2010, kultum subuh di Masjid Darussalam Maskarebet tiba. Topiknya masih berkaitan dengan SEDEKAH. Tapi pagi ini terasa berbeda, mataku agak berat (ngantuk), tapi tetap ada keinginan untuk ikut dalam majelis. Beberapa kali mencoba mengalihkan rasa kantuk dengan merubah posisi duduk. Subhanalloh! Kantuk ku sekejap menghilang. Kenapa bisa begitu? Disaat aku tertidur dalam keadaan duduk bersila, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=45&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu 24 Juli 2010, kultum subuh di Masjid Darussalam Maskarebet tiba. Topiknya masih berkaitan dengan SEDEKAH. Tapi pagi ini terasa berbeda, mataku agak berat (ngantuk), tapi tetap ada keinginan untuk ikut dalam majelis. Beberapa kali mencoba mengalihkan rasa kantuk dengan merubah posisi duduk. Subhanalloh! Kantuk ku sekejap menghilang. Kenapa bisa begitu? Disaat aku tertidur dalam keadaan duduk bersila, tiba-tiba &#8221;cling&#8230;&#8221; berubah jadi hilang kantuk ku. Disaat itu, telingaku mendengar sepoi-sepoi pak Ustadz nya mengatakan sesuatu ini. Mengatakan apa? </p>
<p>Pak Ustadznya mengatakan begini, &#8220; Saya perhatikan masih banyak orang salah persepsi tentang rezeki dari Alloh. Kebanyakan orang terus memanjatkan doa untuk meminta kemudahan atau dibukanya pintu rezeki. Mereka hanya berdoa terus menerus dengan harapan rezeki itu akan datang dari Alloh, karena Alloh Maha Pengasih. Pandangan semacam ini yang perlu diluruskan. Saya yakin, mereka itu belum tahu benar tentang cara jitu mendapatkan rezeki dari Alloh SWT dengan mudah.&#8221; begitu katanya. Mendengar hal itu, langsung saja aku terbangun. Dalam hati ku  bergumam, &#8221;ayat yang mana yang pak ustadz pakai nih.&#8221;  Aku menunggu penjelesan lebih mendalam perihal kata-kata Pak Ustadz tadi.</p>
<p>Kata Pak Ustadz nya, padahal SOP nya sederhana. SOP apa? Ya, SOP untuk mendapat rezeki dari Alloh. SOP yang dimaksud itu apa? Standard Opearating Prosedur, bahasa kampungnya adalah cara-cara yang diperlu diamalkan agar sesuatu dapat beroperasi dengan benar dan memberikan hasil performa yang memuaskan. O&#8230;..gitu toh, hatiku bergumam.</p>
<p>SOP nya coba kita perhatikan Qur&#8217;an Surat 57 ayat 11 dan 18. QS 57:11 lebih kurang begini maksudnya&#8221;Barangsiapa meminjamkan kepada Alloh dengan pinjaman yang baik, maka Alloh akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia.&#8221; Selanjutnya, QS 57:18 lebih kurang begini maksudnya &#8221; Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Alloh dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka, dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.&#8221;</p>
<p>Ada kalimat pada ayat-ayat tersebut, &#8221;memberikan pinjaman kepada Alloh&#8221;. Jika dianalogikan dalam bahasa kampung, bahwa &#8220;pinjaman&#8221; itu adalah SEDEKAH yang kita investasikan kepada Alloh, maka keuntungan yang akan kita dapat dari Alloh adalah &#8220;sesuatu yang dikembalikan akibat adanya pinjaman tadi&#8221;. Apa yang dikembalikan? Alloh mengembalikan dalam bentuk kembalian yang berlipat ganda, REZEKI yang berlipat ganda. Persepsi yang demikian yang sepatutnya kita pakai. </p>
<p>Jauh sebelum mendengar Pak Ustadz itu, aku pernah ikut majelis di salah satu hotel di Palembang, dalam acara DUKUNGAN untuk PALESTINA, Sang Ikhwan di podium memberikan akronim SDIT sebagai kunci sukses, kata ikhwan itu, SDIT adalah Sedekah + Doa + Ikhtiar + Tawakal. Maka jelaslah sudah bahwa SEDEKAH dulu baru DOA. </p>
<p>TANPA PERNAH MEMINJAMKAN ALLOH DENGAN INVESTASI SEDEKAH, COBA PIKIRKAN ADAKAH SESUATU YANG AKAN DIKEMBALIKAN.  &#8221;KALAU MAU PAHAM LAKUKAN!&#8221; (SQ)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mohsidiq.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mohsidiq.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mohsidiq.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mohsidiq.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mohsidiq.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mohsidiq.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mohsidiq.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mohsidiq.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mohsidiq.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mohsidiq.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mohsidiq.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mohsidiq.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mohsidiq.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mohsidiq.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=45&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/07/25/investasi-sedekah-rezeki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7651a1d1b04cdab8ab38014de0c37b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mohammad Sidiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir&#8221;</title>
		<link>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/07/03/hati-hati-sesungguhnya-manusia-diciptakan-bersifat-keluh-kesah-lagi-kikir/</link>
		<comments>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/07/03/hati-hati-sesungguhnya-manusia-diciptakan-bersifat-keluh-kesah-lagi-kikir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 06:13:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammad Sidiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Positive Thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mohsidiq.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Tititit&#8230;.tititit &#8230;.tititit&#8230;&#8230;jam beker berdering, pertanda jam 4 pagi. Seperti biasanya hari Sabtu pagi ada Kultum Subuh di masjid dekat rumahku, lebih kurang 250 meter dari rumah. Aku segerakan keluar dari kamar, sepeda ku sudah melirik dan tersenyum dengan ku seakan dia tau bahwa aku akan mengajaknya ke masjid. Biasa, sambil pakai sarung gowes sepeda ku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=39&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tititit&#8230;.tititit &#8230;.tititit&#8230;&#8230;jam beker berdering, pertanda jam 4 pagi. Seperti biasanya hari Sabtu pagi ada Kultum Subuh di masjid dekat rumahku, lebih kurang 250 meter dari rumah. Aku segerakan keluar dari kamar, sepeda ku sudah melirik dan tersenyum dengan ku seakan dia tau bahwa aku akan mengajaknya ke masjid. Biasa, sambil pakai sarung gowes sepeda ku menuju masjid. Teman-teman ku di masjid pada umumnya umur-umur pensiunan pegawai negeri, anak mudanya hampir tidak pernah aku temui, kecuali dua orang penjaga masjid, yang umurnya masih belasan tahun.</p>
<p>Setelah sholat subuh selesai, Pak Ustad nya simpun-simpun laptop dan projectornya. Satu orang asistennya  mendampingi  menjadi operator slide nya. Selalu, disaat pembukaan bapak itu berkata, &#8220;Berulang-ulang saya sampaikan bahwa saya bukan ustad. Penyampaian materi ini hanya untuk berbagi informasi (sharing). Materinya adalah mengkaji beberapa ayat Al Quran dengan topik-topik khusus. Tujuannya agar kita bersama-sama berharap mendapatkan keberkahan hidup dengan tekad untuk memahami kandungan Al Qur&#8217;an dan menjadikannya pedoman dalam amalan sehari-hari.&#8221;</p>
<p id="v21">Topik kultum pagi itu adalah membahas ayat-ayat yang berhubungan dengan sifat bawaan manusia yang kikir. Ada beberapa ayat yang dibahas oleh bapak itu, diantaranya: <strong>QS. al-Ma&#8217;arij (70) : 19-21<strong>. </strong></strong>&#8220;Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,<strong> </strong>dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.&#8221; Demikian penggalan artinya.</p>
<p>Ayat diatas sangat jelas Alloh sendiri yang mengatakan bahwa kita diciptakan dengan membawa atribut kikir. Tetapi rupanya, diayat lainnya (saya lupa mencatat ayat tersebut) Alloh juga mengatakan bahwa jika  kita mampu menepis kekikiran kita kita masih bisa jadi golongan manusia yang beruntung. Dan Setan yang selalu membisikan jiwa kita untuk tetap bersifat kikir.</p>
<p>Contohnya, suatu ketika jiwa kita sudah mengatakan pada alam sadar kita bahwa jum&#8217;at ini aku akan kasih infaq/tromol masjid Rp 100.000; rupanya sepanjang jalan menuju masjid, ada bisikan setan yang mengatakan &#8220;ah, kebanyakan kamu ngasih 100 ribu, 10 ribu aja, uangmu akan cepat habis bulan ini, kamu harus nunggu gajian masih 20 hari lagi, ayo 10 ribu aja, ngapain&#8221; . Dengan bisikan itu, niat awal Rp 100 ribu menjadi ternodai bahkan akhirnya dia berpikir ulang, &#8220;iya-ya, mungkin kali ini cukup 10 ribu aja, atau biarlah 50rb. Ah, udahlah 100ribu aja. Dia bimbang karena bisikan setan. Saat itu setan merasa kalah karena akhirnya orang itu mau infaq ke masjid Rp 100ribu.Sesampainya di masjid, orang itu sholat tahiatul masjid dan akhirnya duduk dengan rapi. Sambil liat kekanan dan kekiri, dan berkata dalam hati, wah kotak tromolnya sudah lewat dari barisanku. Ya sudah lah, aku tidak usah masukan infaq toh kotaknya sudah lewat. Beberapa menit kemudian, orang itu bergumam lagi, ah tadi kan aku sudah niat, nanti pulangnya aku akan cari dimana kotak itu, sambil ragu ah, minggu depan aja deh. Sampai waktu sholat jum&#8217;at selesai orang itu tidak lagi mencari kotak tromolnya karena niat itu diurungkan untuk minggu depan saja. Rupanya, setan tadi belum kalah. Dia mencari cara lain agar orang itu mengurungkan niatnya berinfaq. Setan itu terbahak-bahak, dasar manusia bodoh!, katanya.</p>
<p>Contoh sehari-hari lainnya, dikala kita sedang dalam situasi kekurangan, tidak mood, tidak lapang, tau bahkan kita sedang punya agenda yang memerlukan banyak biaya, waktu dan tenaga, tiba-tiba datang seseorang meminta, mau pinjam uang, mau meminta atau meminjam sesuatu dari kita padahal pada saat itu kita sedang dalam situasi diatas. Disitulah Setan selalu mendekat dan membisikan kita supaya kita tetap jadi &#8220;manusia yang kikir&#8221;.</p>
<p>Kata bapak di mesjid tadi pagi, jika sewaktu-waktu ada fenomena seperti itu BERPIKIR POSITIF saja bahwa Alloh sedang menguji kita. Dengan BERPIKIR POSITIF semacam itu, insya Alloh kita akan terdorong untuk tidak kikir dan tidak berkeluh kesah.  BERPIKIR POSITIF dengan sendirinya akan memberikan sugesti kedalam jiwa kita, sehingga jiwa kita selalu terbiasa pada hal-hal positif akan mengarah pada amal-amal kebaikan. Ingat yang akan mempertanggung jawabkan amal baik dan amal keburukan kita di hadapan Alloh adalah JIWA kita bukan JASAD kita. Karenanya, BERPIKIR POSITIF selalu membawa acuan pada kita untuk membentuk PIKIRAN &#8211; YANG JERNIH ; HATI &#8211; YANG BENING dan PERILAKU &#8211; YANG INDAH. Kalau kalimat yang terakhir ini aku ambil dari pesan Pak Mario Teguh dalam tanyangan Metro TV beberapa minggu yang lalu (SQ).</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mohsidiq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mohsidiq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mohsidiq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mohsidiq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mohsidiq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mohsidiq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mohsidiq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mohsidiq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mohsidiq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mohsidiq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mohsidiq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mohsidiq.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mohsidiq.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mohsidiq.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=39&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mohsidiq.wordpress.com/2010/07/03/hati-hati-sesungguhnya-manusia-diciptakan-bersifat-keluh-kesah-lagi-kikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7651a1d1b04cdab8ab38014de0c37b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mohammad Sidiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Talk Show Sriwijaya FM: Memasyarakatkan Sepeda dan Menyepedakan Masyarakat</title>
		<link>http://mohsidiq.wordpress.com/2009/12/05/talk-show-sriwijaya-fm-memasyarakatkan-sepeda-dan-menyepedakan-masyarakat/</link>
		<comments>http://mohsidiq.wordpress.com/2009/12/05/talk-show-sriwijaya-fm-memasyarakatkan-sepeda-dan-menyepedakan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 02:27:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammad Sidiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cycling Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mohsidiq.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Pagi Bang Sidiq!  &#8211; Selamat Pagi! Bang kita ngobrol-ngobrol sebentar tentang Komunitas Bike to Work, kira-kira 15 menit boleh kan? &#8211; Wah, Boleh Dong! Saya senang sekali bisa ngobrol-ngobrol dengan anda Sriwijaya FM. Untuk mengawali Bang, bisa tolong diceritakan kapan B2W mulai ada di Palembang, berapa jumlah anggota? dan bagaimana antusias masyarakat Palembang dengan sepeda? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=34&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Selamat Pagi Bang Sidiq!</strong>  &#8211; Selamat Pagi!</p>
<p><strong>Bang kita ngobrol-ngobrol sebentar tentang Komunitas Bike to Work, kira-kira 15 menit boleh kan?</strong> &#8211; Wah, Boleh Dong! Saya senang sekali bisa ngobrol-ngobrol dengan anda Sriwijaya FM.</p>
<p><strong>Untuk mengawali Bang, bisa tolong diceritakan kapan B2W mulai ada di Palembang, berapa jumlah anggota? dan bagaimana antusias masyarakat Palembang dengan sepeda? &#8211; </strong>B2W Palembang mulai digagas sejak Januari 2008. Saat itu ada sekitar 8 orang yang mulai ke kantor dengan sepedanya, termasuk yang pertama adalah Om Ichin(ketua) dan Om Dedi (Wakil Ketua). Dipertengahan tahun 2008 jumlahnya meningkat. Sampai dengan tahun 2009 ini jumlah anggota terdaftar mencapai 100 orang; dan yang terdaftar dalam facebook mencapai 200 an orang.</p>
<p>Sebenarnya, masyarakat palembang sejak dulu sudah kenal dan mengayuh sepeda. Kalau tidak salah, pada tahun 1990 an, banyak event-event Fun Bike dengan jumlah ribuan setiap minggu dan setiap hari libur/besar selalu dirayakan dengan Fun Bike. Itu sudah cukup menjadi bukti bahwa pada dasarnya masyarakat palembang sudah lebih dulu memulainya. Mungkin saat ini mereka masih menggantung sepedanya di gudang karena sering kemana-mana lebih memilih motor sebagai kendaraan hilir mudiknya.</p>
<p><strong>Apakah ada kendala dalam merekrut anggota? </strong>- Sama sekali tidak! <strong>Kenapa? </strong>- karena kita tidak memaksa harus negejar target. kita rekrut/ajak para anggota dengan menyentuh pada niat mereka sendiri. Memang, selama ini masih banyak yang ragu untuk gowes sepeda karena situasi di jalan raya yang sesak dengan bis, dan kendaraan lainnya. Menurut saya, itu hanya persepsi mereka sendiri. Belum apa-apa mereka sudah membuat &#8216;distorsi&#8221; terhadap sebuah realita &#8220;gowes sepeda&#8221; sehingga urung niatnya. Padahal jika sudah &#8220;gowes&#8221; dengan sendirinya kita akan jauh lebih baik, khusunya dalam hal membangun mental untuk selalu waspada di jalan. Toh, pada akhirnya, jika kita menghormati pemakai jalan maka mereka juga akan menghormati kita. Oleh karena itu &#8220;Kalau Mau Paham, Lakukan!&#8221;</p>
<p><strong>Bang, tadi ada titipan pertanyaan dari Sriwijaya Listeners, &#8220;Bagaimana sih caranya untuk bergabung kedalam Komunitas Bike to Work&#8221;?</strong> &#8211; Bagaimana? Ya, Mudah! Ada beberapa cara, diantaranya anda bisa masuk lewat milist Bike to Work Palembang di alamat berikut: <a href="mailto:b2w-palembang@yahoogroups.com">b2w-palembang@yahoogroups.com</a>; yang kedua anda bisa masuk ke milist Fleksinya Bike to Work Palembang; yang ketiga jika anda sedang berada di lokasi Kambang Iwak, biasanya di hari Sabtu atau Minggu, akan anda temui temen-teman Bike to Work di sana. Nah, jangan malu menyapa yang anda temui dan bisa titip nomor kontak/email anda serta sampaikan niat anda untuk bergabung. Pasti! akan kami sambut dengan senang.</p>
<p><strong>Kegiatan B2W Palembang itu apa aja? </strong>- Perbedaan yang Powerfull bagi B2W adalah kegiatan Bersepeda ke Kantor; Selain itu, kita suka Off-Road di tempat2 yang memiliki tantangan. Kita punya 2 lokasi offroad di Jalur Karet Maskarebet dan Jalur Track LANUD; selain off-road ada sunday-biking ke Kambang Iwak; Bike for Kuliner ke beberapa lokasi di Palembang; Selain itu kita juga selalu menyempatkan diri untuk andil dalam kegiatan2 kemanusiaan.</p>
<p><strong>Bang, B2W Palembang itu untuk wilayah mana saja?</strong> - Saat ini B2W Palembang pusatnya dimulai dari Kota Palembang. Namun secara keanggotaan kita sangat fleksibel dan luas untuk beberapa kabupaten di Sumatera Selatan bisa bergabung. Contohnya, beberapa anggota yang sudah bergabung adalah berasal dari Muara Enim, Sekayu dan banyak lagi yang berasal dari luar Palembang. Yang penting mereka harus memiliki dulu feel bersepedanya, dan jangan merasa dibatasi niatnya hanya karena bukan berasal dari Palembang.</p>
<p><strong>Apa sih yang membedakan Komunitas B2W dengan Komunitas Sepeda lainnya di Palembang?</strong> &#8211; Pertama, betul sekali bahwa di Palembang ada beberapa komunitas sepeda. Untuk B2W, dicirikan bahwa anggotanya ke kantor dengan bersepeda. Meskipun belum seluruh anggota yang melakukannya dan meskipun belum setiap hari mereka melakukannya. Kalau boleh saya sebutkan, 1 &#8211; 3 hari dalam seminggu itu pasti ada. Misalnya saya, 3 hari dalam seminggu menjadi jadwal rutin ke kentor bersepeda, yakni hari Selasa, Rabu dan Jum&#8217;at.</p>
<p><strong>Wah, berarti hari ini Bang Sidiq naik sepeda ke kantor ya?</strong> - Kebetulan sekali, hari ini saya tidak bersepeda saat ini saya sedang di bandara Soekarno-Hatta. Tadi pagi saya berangkat dari palembang pukul 06.00 untuk menghadiri rapat kerja di Departemen Kehutanan Jakarta.</p>
<p><strong>Oiya Bang, apakah para anggota bersepeda itu sendiri-sendiri atau beramai-ramai ke kantornya ? &#8211; </strong>Ada yang sendiri, ada yang janjian ketemuan untuk jalan bareng. Misalnya, saya biasanya berdua dengan Pak Ketua B2W dari rumah karena kebetulan kami satu komplek. Kadang-kadang jadi bertiga atau berempat kalau bertemu dengan teman-teman lainnya di KM 9 atau di lampu merah simpang Tanjung Api-api. Ada juga rombongan yang suka janjian di simpang Polda, ada juga yang dari arah Plaju. Namun paling sering dijumpai mereka seringkali sendiri. Mereka sendiri karena jadwal anggota bersepeda ke kantor tidak sama.</p>
<p><strong>Nah, soal keamanan. Apa sih standard keamanan untuk bersepeda di jalan raya? </strong>- Untuk standard keamanan bersepeda di jalan raya, (1) pakai helm; (2) sarung tangan: (3) yang takut hitam, pakai kaos lengan panjang atau manset; (4) yang takut kena debu bisa pakai kaca mata dan masker; (5) sepeda perlu dilengkapi lampu karena biasanya yang pulang dari kantor pulangnya bisa diatas jam 18.00; (6) kelengkapan bel, rem dan kelayakan lainnya sepeti menjaga kondisi ban yang nyaman untuk dikendarai.</p>
<p><strong>Menurut Abang, dengan tema talkshow kali ini apa yang bisa disampaikan kepada pemirsa?</strong></p>
<p>Saya berpikir bahwa dalam hal &#8220;memasyarakatkan sepeda&#8221; hanya satu sentuhan saja. Bangunkan mereka dari tidurnya. <strong>&#8220;Kok membangunkan?&#8221;</strong> Ya. iya, sebagaimana yang saya sampaikan tadi dan saya begitu yakin bahwa masyarakat palembang sudah banyak yang punya sepeda. Saat ini mungkin masih mereka simpan di gudang, digantung di dapur atau hanya menjadi barang &#8220;buruk-an&#8221; di rumah. Jadi pelan2, motivasinya kita bangunkan lagi. <strong>Caranya?</strong> Cara kami melakukan tebar pesona dan unjuk diri bahwa dengan bersepeda kita bisa fun-sehat dan membangun networking . Cara seperti ini yang paling bijak.</p>
<p>Persoalan yang saya lihat adalah mereka  malu jika harus menggowes sendirian; selain itu mereka takut ditertawakan, dan  ada yang beralasan sudah lama tidak pakai sepeda jadi agak repot, ada juga yang merasa kurang aman di jalan.</p>
<p>Oleh karena itu, &#8220;membangunkan mereka dari tidurnya&#8221; berarti meminta kepada mereka menurunkan lagi sepeda-sepeda yang mereka gantung di gudang atau hanya menjadi &#8220;buruk-an&#8221; di rumah.</p>
<p>Terkait dengan Menyepedakan Masyarakat; hal ini bukan berarti masyarakat diberi sepeda. Tapi bagaimana masyarakat bisa berpikir kembali bahwa sepeda bisa melekat dalam diri mereka, sepeda sebagai sahabat, sepeda sebagai sesuatu yang bermanfaat sehingga secara tidak disadari &#8220;sepeda akan menjadi Life Style&#8221; bagi mereka, khususnya masyarakat &#8220;wong kito&#8221; Palembang.</p>
<p><strong>Baik Bang Sidiq, terima kasih atas waktunya, semoga rapat di Jakarta sukses! Assalamu&#8217;alaikum wr.wb.</strong></p>
<p>Baik, sama-sama. Demi memasyarakatkan sepeda dan menyepedakan masyarakat Saya sangat senang teman-teman Sriwijaya Fm bisa melakukan Talk Show semacam ini.</p>
<p>Wa&#8217;alaikum Salam!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mohsidiq.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mohsidiq.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mohsidiq.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mohsidiq.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mohsidiq.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mohsidiq.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mohsidiq.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mohsidiq.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mohsidiq.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mohsidiq.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mohsidiq.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mohsidiq.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mohsidiq.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mohsidiq.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=34&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mohsidiq.wordpress.com/2009/12/05/talk-show-sriwijaya-fm-memasyarakatkan-sepeda-dan-menyepedakan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7651a1d1b04cdab8ab38014de0c37b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mohammad Sidiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana sikap anda terhadap ide REDD?</title>
		<link>http://mohsidiq.wordpress.com/2009/11/19/apa-alasan-mereka-dengan-kontroversi-redd/</link>
		<comments>http://mohsidiq.wordpress.com/2009/11/19/apa-alasan-mereka-dengan-kontroversi-redd/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 18:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mohammad Sidiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Institutional Forestry and Policy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mohsidiq.wordpress.com/2009/11/19/apa-alasan-mereka-dengan-kontroversi-redd/</guid>
		<description><![CDATA[REDD adalah singkatan dari Reduce Emissions from Deforestation and Degradation. REDD adalah skema mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan. Sejak perundingan COP 13 di Bali bulan Desember 2007 lalu, REDD menjadi tidak asing lagi dalam kaitannya dengan isu Global Warming dan Perubahan Iklim. Membicarakan REDD ada kaitannya dengan seri perundingan COP 3 tahun 1997 yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=21&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>REDD adalah singkatan dari Reduce Emissions from Deforestation and Degradation. REDD adalah skema mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan. Sejak perundingan COP 13 di Bali bulan Desember 2007 lalu, REDD menjadi tidak asing lagi dalam kaitannya dengan isu Global Warming dan Perubahan Iklim. Membicarakan REDD ada kaitannya dengan seri perundingan COP 3 tahun 1997 yang telah melahirkan Protokol Kyoto, juga berhubungan erat dengan rencana seri perundingan di Copenhagen, Denmark pada bulan Desember 2009 mendatang.</p>
<p>Faktanya, sebagian orang berpandangan bahwa REDD merupakan pilihan penyelesaian masalah dengan masalah, dan cenderung dianggap sebagai bentuk rekayasa isu pemanasan global dan perubahan iklim, dan lebih cenderung untuk kepentingan kaum kapitalis dibandingkan dengan kepentingan masyarakat lokal, dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Lalu bagaimana dengan sikap anda terhadap ide REDD?</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mohsidiq.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mohsidiq.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mohsidiq.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mohsidiq.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mohsidiq.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mohsidiq.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mohsidiq.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mohsidiq.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mohsidiq.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mohsidiq.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mohsidiq.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mohsidiq.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mohsidiq.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mohsidiq.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mohsidiq.wordpress.com&amp;blog=3583856&amp;post=21&amp;subd=mohsidiq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mohsidiq.wordpress.com/2009/11/19/apa-alasan-mereka-dengan-kontroversi-redd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e7651a1d1b04cdab8ab38014de0c37b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mohammad Sidiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
