Sabtu 24 Juli 2010, kultum subuh di Masjid Darussalam Maskarebet tiba. Topiknya masih berkaitan dengan SEDEKAH. Tapi pagi ini terasa berbeda, mataku agak berat (ngantuk), tapi tetap ada keinginan untuk ikut dalam majelis. Beberapa kali mencoba mengalihkan rasa kantuk dengan merubah posisi duduk. Subhanalloh! Kantuk ku sekejap menghilang. Kenapa bisa begitu? Disaat aku tertidur dalam keadaan duduk bersila, tiba-tiba ”cling…” berubah jadi hilang kantuk ku. Disaat itu, telingaku mendengar sepoi-sepoi pak Ustadz nya mengatakan sesuatu ini. Mengatakan apa?
Pak Ustadznya mengatakan begini, “ Saya perhatikan masih banyak orang salah persepsi tentang rezeki dari Alloh. Kebanyakan orang terus memanjatkan doa untuk meminta kemudahan atau dibukanya pintu rezeki. Mereka hanya berdoa terus menerus dengan harapan rezeki itu akan datang dari Alloh, karena Alloh Maha Pengasih. Pandangan semacam ini yang perlu diluruskan. Saya yakin, mereka itu belum tahu benar tentang cara jitu mendapatkan rezeki dari Alloh SWT dengan mudah.” begitu katanya. Mendengar hal itu, langsung saja aku terbangun. Dalam hati ku bergumam, ”ayat yang mana yang pak ustadz pakai nih.” Aku menunggu penjelesan lebih mendalam perihal kata-kata Pak Ustadz tadi.
Kata Pak Ustadz nya, padahal SOP nya sederhana. SOP apa? Ya, SOP untuk mendapat rezeki dari Alloh. SOP yang dimaksud itu apa? Standard Opearating Prosedur, bahasa kampungnya adalah cara-cara yang diperlu diamalkan agar sesuatu dapat beroperasi dengan benar dan memberikan hasil performa yang memuaskan. O…..gitu toh, hatiku bergumam.
SOP nya coba kita perhatikan Qur’an Surat 57 ayat 11 dan 18. QS 57:11 lebih kurang begini maksudnya”Barangsiapa meminjamkan kepada Alloh dengan pinjaman yang baik, maka Alloh akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia.” Selanjutnya, QS 57:18 lebih kurang begini maksudnya ” Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Alloh dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka, dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”
Ada kalimat pada ayat-ayat tersebut, ”memberikan pinjaman kepada Alloh”. Jika dianalogikan dalam bahasa kampung, bahwa “pinjaman” itu adalah SEDEKAH yang kita investasikan kepada Alloh, maka keuntungan yang akan kita dapat dari Alloh adalah “sesuatu yang dikembalikan akibat adanya pinjaman tadi”. Apa yang dikembalikan? Alloh mengembalikan dalam bentuk kembalian yang berlipat ganda, REZEKI yang berlipat ganda. Persepsi yang demikian yang sepatutnya kita pakai.
Jauh sebelum mendengar Pak Ustadz itu, aku pernah ikut majelis di salah satu hotel di Palembang, dalam acara DUKUNGAN untuk PALESTINA, Sang Ikhwan di podium memberikan akronim SDIT sebagai kunci sukses, kata ikhwan itu, SDIT adalah Sedekah + Doa + Ikhtiar + Tawakal. Maka jelaslah sudah bahwa SEDEKAH dulu baru DOA.
TANPA PERNAH MEMINJAMKAN ALLOH DENGAN INVESTASI SEDEKAH, COBA PIKIRKAN ADAKAH SESUATU YANG AKAN DIKEMBALIKAN. ”KALAU MAU PAHAM LAKUKAN!” (SQ)
