Selamat Pagi Bang Sidiq! – Selamat Pagi!
Bang kita ngobrol-ngobrol sebentar tentang Komunitas Bike to Work, kira-kira 15 menit boleh kan? – Wah, Boleh Dong! Saya senang sekali bisa ngobrol-ngobrol dengan anda Sriwijaya FM.
Untuk mengawali Bang, bisa tolong diceritakan kapan B2W mulai ada di Palembang, berapa jumlah anggota? dan bagaimana antusias masyarakat Palembang dengan sepeda? – B2W Palembang mulai digagas sejak Januari 2008. Saat itu ada sekitar 8 orang yang mulai ke kantor dengan sepedanya, termasuk yang pertama adalah Om Ichin(ketua) dan Om Dedi (Wakil Ketua). Dipertengahan tahun 2008 jumlahnya meningkat. Sampai dengan tahun 2009 ini jumlah anggota terdaftar mencapai 100 orang; dan yang terdaftar dalam facebook mencapai 200 an orang.
Sebenarnya, masyarakat palembang sejak dulu sudah kenal dan mengayuh sepeda. Kalau tidak salah, pada tahun 1990 an, banyak event-event Fun Bike dengan jumlah ribuan setiap minggu dan setiap hari libur/besar selalu dirayakan dengan Fun Bike. Itu sudah cukup menjadi bukti bahwa pada dasarnya masyarakat palembang sudah lebih dulu memulainya. Mungkin saat ini mereka masih menggantung sepedanya di gudang karena sering kemana-mana lebih memilih motor sebagai kendaraan hilir mudiknya.
Apakah ada kendala dalam merekrut anggota? - Sama sekali tidak! Kenapa? - karena kita tidak memaksa harus negejar target. kita rekrut/ajak para anggota dengan menyentuh pada niat mereka sendiri. Memang, selama ini masih banyak yang ragu untuk gowes sepeda karena situasi di jalan raya yang sesak dengan bis, dan kendaraan lainnya. Menurut saya, itu hanya persepsi mereka sendiri. Belum apa-apa mereka sudah membuat ‘distorsi” terhadap sebuah realita “gowes sepeda” sehingga urung niatnya. Padahal jika sudah “gowes” dengan sendirinya kita akan jauh lebih baik, khusunya dalam hal membangun mental untuk selalu waspada di jalan. Toh, pada akhirnya, jika kita menghormati pemakai jalan maka mereka juga akan menghormati kita. Oleh karena itu “Kalau Mau Paham, Lakukan!”
Bang, tadi ada titipan pertanyaan dari Sriwijaya Listeners, “Bagaimana sih caranya untuk bergabung kedalam Komunitas Bike to Work”? – Bagaimana? Ya, Mudah! Ada beberapa cara, diantaranya anda bisa masuk lewat milist Bike to Work Palembang di alamat berikut: b2w-palembang@yahoogroups.com; yang kedua anda bisa masuk ke milist Fleksinya Bike to Work Palembang; yang ketiga jika anda sedang berada di lokasi Kambang Iwak, biasanya di hari Sabtu atau Minggu, akan anda temui temen-teman Bike to Work di sana. Nah, jangan malu menyapa yang anda temui dan bisa titip nomor kontak/email anda serta sampaikan niat anda untuk bergabung. Pasti! akan kami sambut dengan senang.
Kegiatan B2W Palembang itu apa aja? - Perbedaan yang Powerfull bagi B2W adalah kegiatan Bersepeda ke Kantor; Selain itu, kita suka Off-Road di tempat2 yang memiliki tantangan. Kita punya 2 lokasi offroad di Jalur Karet Maskarebet dan Jalur Track LANUD; selain off-road ada sunday-biking ke Kambang Iwak; Bike for Kuliner ke beberapa lokasi di Palembang; Selain itu kita juga selalu menyempatkan diri untuk andil dalam kegiatan2 kemanusiaan.
Bang, B2W Palembang itu untuk wilayah mana saja? - Saat ini B2W Palembang pusatnya dimulai dari Kota Palembang. Namun secara keanggotaan kita sangat fleksibel dan luas untuk beberapa kabupaten di Sumatera Selatan bisa bergabung. Contohnya, beberapa anggota yang sudah bergabung adalah berasal dari Muara Enim, Sekayu dan banyak lagi yang berasal dari luar Palembang. Yang penting mereka harus memiliki dulu feel bersepedanya, dan jangan merasa dibatasi niatnya hanya karena bukan berasal dari Palembang.
Apa sih yang membedakan Komunitas B2W dengan Komunitas Sepeda lainnya di Palembang? – Pertama, betul sekali bahwa di Palembang ada beberapa komunitas sepeda. Untuk B2W, dicirikan bahwa anggotanya ke kantor dengan bersepeda. Meskipun belum seluruh anggota yang melakukannya dan meskipun belum setiap hari mereka melakukannya. Kalau boleh saya sebutkan, 1 – 3 hari dalam seminggu itu pasti ada. Misalnya saya, 3 hari dalam seminggu menjadi jadwal rutin ke kentor bersepeda, yakni hari Selasa, Rabu dan Jum’at.
Wah, berarti hari ini Bang Sidiq naik sepeda ke kantor ya? - Kebetulan sekali, hari ini saya tidak bersepeda saat ini saya sedang di bandara Soekarno-Hatta. Tadi pagi saya berangkat dari palembang pukul 06.00 untuk menghadiri rapat kerja di Departemen Kehutanan Jakarta.
Oiya Bang, apakah para anggota bersepeda itu sendiri-sendiri atau beramai-ramai ke kantornya ? – Ada yang sendiri, ada yang janjian ketemuan untuk jalan bareng. Misalnya, saya biasanya berdua dengan Pak Ketua B2W dari rumah karena kebetulan kami satu komplek. Kadang-kadang jadi bertiga atau berempat kalau bertemu dengan teman-teman lainnya di KM 9 atau di lampu merah simpang Tanjung Api-api. Ada juga rombongan yang suka janjian di simpang Polda, ada juga yang dari arah Plaju. Namun paling sering dijumpai mereka seringkali sendiri. Mereka sendiri karena jadwal anggota bersepeda ke kantor tidak sama.
Nah, soal keamanan. Apa sih standard keamanan untuk bersepeda di jalan raya? - Untuk standard keamanan bersepeda di jalan raya, (1) pakai helm; (2) sarung tangan: (3) yang takut hitam, pakai kaos lengan panjang atau manset; (4) yang takut kena debu bisa pakai kaca mata dan masker; (5) sepeda perlu dilengkapi lampu karena biasanya yang pulang dari kantor pulangnya bisa diatas jam 18.00; (6) kelengkapan bel, rem dan kelayakan lainnya sepeti menjaga kondisi ban yang nyaman untuk dikendarai.
Menurut Abang, dengan tema talkshow kali ini apa yang bisa disampaikan kepada pemirsa?
Saya berpikir bahwa dalam hal “memasyarakatkan sepeda” hanya satu sentuhan saja. Bangunkan mereka dari tidurnya. “Kok membangunkan?” Ya. iya, sebagaimana yang saya sampaikan tadi dan saya begitu yakin bahwa masyarakat palembang sudah banyak yang punya sepeda. Saat ini mungkin masih mereka simpan di gudang, digantung di dapur atau hanya menjadi barang “buruk-an” di rumah. Jadi pelan2, motivasinya kita bangunkan lagi. Caranya? Cara kami melakukan tebar pesona dan unjuk diri bahwa dengan bersepeda kita bisa fun-sehat dan membangun networking . Cara seperti ini yang paling bijak.
Persoalan yang saya lihat adalah mereka malu jika harus menggowes sendirian; selain itu mereka takut ditertawakan, dan ada yang beralasan sudah lama tidak pakai sepeda jadi agak repot, ada juga yang merasa kurang aman di jalan.
Oleh karena itu, “membangunkan mereka dari tidurnya” berarti meminta kepada mereka menurunkan lagi sepeda-sepeda yang mereka gantung di gudang atau hanya menjadi “buruk-an” di rumah.
Terkait dengan Menyepedakan Masyarakat; hal ini bukan berarti masyarakat diberi sepeda. Tapi bagaimana masyarakat bisa berpikir kembali bahwa sepeda bisa melekat dalam diri mereka, sepeda sebagai sahabat, sepeda sebagai sesuatu yang bermanfaat sehingga secara tidak disadari “sepeda akan menjadi Life Style” bagi mereka, khususnya masyarakat “wong kito” Palembang.
Baik Bang Sidiq, terima kasih atas waktunya, semoga rapat di Jakarta sukses! Assalamu’alaikum wr.wb.
Baik, sama-sama. Demi memasyarakatkan sepeda dan menyepedakan masyarakat Saya sangat senang teman-teman Sriwijaya Fm bisa melakukan Talk Show semacam ini.
Wa’alaikum Salam!